Tuesday, August 30, 2016

Kartu Transportasi untuk Mengurangi kemacetan dan korupsi

kemacetan yang sangat parah di bandung. banyak usul yang mengutamakan mengurangi kendaraan atau menambah jalan. tetapi usulan tersebut mempunyai kelemahan yang sangat penting yaitu menuju suatu tempat dengan cepat tetapi mereka mengunakan kendaraan agar tiba secepatnya sehingga banyak solusi tidak bisa di jalankan.

Tetapi Bagaimana kalau solusinya dengan mendekatkan tujuan mereka lewat sebuah kartu yang diatur oleh BUMN. Seperti kartu ezlink di singapore

Untuk Mengurangi Macet Tanpa Henti

Untuk Uang Masuk Kas Negara

Untuk Makan Siang 

Bisa untuk langganan Bulanan perjalanan dan Makan siang selama satu bulan

Bisa berlangganan perjalanan Ibu Rumah tangga sebulan

karena pembayarannya awal kita bisa memberi discount yang besar karena tidak pinjam ke Bank

Bisa seperti menjadi Uang Kedua

Membuka lowongan perkerjaan juga (kurir)

Untuk mengaktifkan bis sekolah

Bisa untuk ambil jasa perusahaan swasta (seperti Go-jek, Uber, Lazada, BukaLapak, tokopedia)


Not finished But hey it's an idea

Monday, August 29, 2016

Kemacetan Di Bandung Yang Tak Kunjung Berakhir



Bandung adalah ibu kota provinsi  dan merupakan Kota metropolitan di Jawa Barat. Kota ini termasuk kota ketiga terbesar dalam populasi di Indonesia. Populasi yang besar tersebut dapat memunculkan banyak masalah salah satunya adalah kemacetan di Bandung. Kemacetan ini udah menjadi masalah besar di Bandung tetapi permasalaan ini sulit sekali di selesaikan karena banyak sekali halangan untuk menyelesaikannya seperti jalan yang sangat sempit dan pertumbuhan kendaraan yang sangat signifikan.

Kemacetan Di Bandung Dilema Besar

Jalanan di Bandung termasuk sangat kecil untuk kota Besar. Banyak jalanan di bandung 2 arah dan hanya cukup untuk 1-3 baris mobil saja. Sedangkan Pertumbuhan Kendaraan sangat pesat. Sampai tahun 2000 panjang jalan di kota Bandung secara keseluruhan baru mencapai 4.9 % dari total luas wilayahnya dengan posisi idealnya mesti berada pada kisaran 15-20 %.

dikutip dari Kartajaya, Hermawan, (2005), Attracting tourists, traders, investors: strategi memasarkan daerah di era otonomi

Sudah di Himbau Mengunakan Sepeda

Wali Kota Ridwan Kamil menargetkan Bandung menjadi kota yang ramah bagi pesepeda. Dia ingin membudayakan kegiatan bersepeda di kalangan warga Bandung. "Saya bermimpi menggoweskan orang-orang Bandung dalam aktivitas sehari-hari, namun tidak mudah untuk membudayakan bike to work," ujarnya saat membuka acara bersepeda alumni ITB di Kampus Ganesha di Bandung, Sabtu, 16 April 2016.
Orang dewasa, menurut Ridwan Kamil, lebih senang menggunakan kendaraan bermotor. Berbeda dengan anak-anak. Karenanya dia optimistis budaya sepeda lebih mudah ditularkan ke anak-anak. "Bike to school atau bersepeda ke sekolah lebih mudah dilakukan," ujarnya. Dalam waktu dekat dia akan mendatangkan 3000 sepeda untuk anak-anak sekolah.
Untuk mendukung kegiatan bersepeda, Ridwan Kamil mengajak komunitas pecinta gowes untuk membuat master plan wisata bersepeda di Kota Bandung. Master plan tersebut mencakup mulai dari edukasi, hiburan hingga infrastruktur bersepeda 


Sumber


Pertumbuhan Kendaraan yang sangat tinggi

Kondisi itu bakal lebih dramatis lagi ketika memasuki akhir pekan. Beragam kendaraan bermotor dari berbagai kota memadati jalan-jalan di kota berpenduduk sekitar 2,5 juta jiwa tersebut. Kendaraan bermotor dari Jakarta yang berpelat nomor “B” pun mudah dijumpai pada akhir pekan. Tahukah Anda bahwa kota yang memiliki julukan Paris van Java itu ternyata lebih banyak disesaki kendaraan pribadi?

“Saat ini, setidaknya ada 1,25 juta kendaraan bermotor di Kota Bandung. Dari jumlah tersebut sekitar 94% nya adalah kendaraan pribadi,” papar Yudhiana, kepala seksi Manajemen dan Rekayasa Lalilintas Dishub Kota Bandung, di Bandung, Jumat, 24 Oktober 2014. 

dikutip dari: https://edorusyanto.wordpress.com/2014/10/27/kendaraan-pribadi-dominasi-95-angkutan-di-kota-bandung/